Jurnal 8 : Scale Up My Impact

Jurnal 8 : Scale Up My Impact

 

 

Meskipun materi live Ibu berjudul Scale Up Impact, tetapi karena jurnal ini dibuat untuk saya sendiri, jadi, judulnya saya ubah deh, menjadi Scale Up My Impact.

Sebab saya ingin jurnal ini seperti dialog terhadap diri sendiri. Yang membahas perjalanan pembelajaran saya di Kelas Bunda Salihah. Boleh, kan?

 

Berangkat dari Hectic di Akhir Tahun

 

Saya agak tidak senang pada pembelajaran materi ke delapan ini. Bukan karena materinya yang tidak menyenangkan, melainkan akibat kondisi saya yang sedang tidak menyenangkan.

Bagaimana tidak? Gegara road show pertemuan program di ranah public selama dua pekan terakhir, ditambah batuk yang belum reda meskipun sudah masuk pekan ketiga, membuat saya terlewat sama sekali live Ibu pada jam tayangnya. Baru teringat saat hari terakhir deadline pengumpulan jurnal pribadi dan video Tim. Kebayang paniknya saya, kan? Sepertinya pikiran saya waktu Itu menganggap materi ke 8 akan dibahas setelah Konferensi Ibu Pembaharu. Sehingga sampai terlupa begitu. Padahal, tidak seperti itu, kan?

Syukurlah, saya belajar di Institut Ibu Profesional. Yang membolehkan melakukan apa saja yang ingin dilakukan, kecuali yang tidak boleh atau dilarang. Jadi akhirnya saya membuat video berupa presentasi dan bukan penampilan diri seperti contoh video yang ibu tayangkan.

Tidak apalah. Yang penting tetap sesuai dengan tema project yang diangkat yaitu optimasi blog. Dan meskipun bekerja menjelang tenggat waktu, mungkin karena memang pencinta jam Cinderella, jurnal ini ternyata selesai sebelum tutup waktu.

 

Masalah Receh?

 

Sumber Gambar: pixabay.com

 

Sebenarnya pada satu sisi hati kecil saya, masih menganggap masalah yang saya angkat di kelas Bunsal ini, adalah masalah receh. Alasannya karena masalah tersebut masih berkutat seputar penghasilan. Artinya, saya ingin mengangkat optimasi blog dengan tujuan, supaya bisa punya blog yang optimal sehingga akan memberikan penghasilan tambahan nantinya. Tuh, matre kan?

Padahal, apa kurangnya penghasilan saya? Dengan bekerja sebagai ASN; punya bisnis bumbu jadi siap pakai — yang hanya butuh sedikit keseriusan saja untuk dikembangkan; keuntungn dari penjualan buku-buku antologi saya; termasuk beberapa opsi penghasilan lainnya. Semuanya itu memberikan masukan rupiah yang tidak sedikit setiap bulannya. Jadi, ketika menujukan penghasilan tambahan sebagai salah satu target proyek, Saya merasa melakukan sesuatu yang receh.

Namun, sisi hati kecil saya yang lain membuat pembelaan. Jika saya bisa mengembangkan potensi mendapatkan penghasilan dari optimasi blog, kemudian mengajarkannya kepada ibu-ibu lain yang juga punya keinginan serupa. Itu merupakan pencapaian keren dan sebuah kebermanfaatan juga, kan?

Syukurlah, sisi hati kecil saya yang “itu” yang lebih kuat untuk diikuti. Sehingga tetap bertahan melaksanakan project optimasi blog yang memang masih jauh dari sebutan selesai. Sebab, optimasi blog ternyata memang bukan sebuah kondisi final, melainkan pencapaian aktif buah dari ketekunan, komitmen dan kreatifitas dalam sebuah karya.

Selain itu, optimasi blog  juga bukan hanya berkutat seputar teknologi informasi dan blogging, melainkan juga butuh Ilmu serius untuk menghasilkan sebuah karya tulis yang baik yang bisa dinikmati oleh banyak orang. Apalagi jika karya tadi bisa mencerahkan atau memberi dampak terhadap perubahan atau manfaat lain yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan.

Jadi, kesimpulannya, masalah optimasi blog ini bukan masalah receh. Sebab, bisa jadi banyak kaum perempuan lainnya yang juga punya keinginan serupa. Sehingga tetap merupakan project keren yang bisa dikembangkan.

 

Menikmati Perjalanan Aksi

 

Kemudian, proses pembelajaran Saya di Kelas Bunda Salihah pun berjalan. Dari menentukan masalah, membuat user persona, sehingga menarik mereka yang punya minat sama untuk merapat. Lalu membentuk tim, membuat aturan main berkelompok yang disepakati bersama. Menyusun milestone dan smart goal dalam bahasa aplikatif. Hingga melaksanakan rencana aksi yang sudah disusun. Meskipun agak terengah-engah mengikuti ritmenya, ternyata Saya berhasil menyelesaikan tugas di setiap materinya tanpa sekali pun bolong. Itu merupakan pencapaian yang patut diapresiasi juga, menurut saya.

Apalagi di waktu-waktu akhir ini, ketika kondisi drop dan kesehatan terganggu, sementara pekerjaan di ranah publik juga sedang pada posisi puncaknya untuk dikerjakan. Semuanya menjadi satu lagi tantangan yang syukurnya, mampu terlewati.

Sekali lagi Saya benar-benar bersyukur belajar di sini. Sebab hanya di sinilah satu-satunya institusi pembelajaran, yang mendorong pesertanya bisa belajar dari berbagai hal, yang buat banyak orang mungkin sepele. Bahkan juga belajar dari kegagalan, yang bagi sebagian orang merupakan sesuatu yang memalukan.

Kenapa gagal? Karena Smart Goal yang dicanangkan Tim Blog Kemal di awal, ternyata belum berhasil dicapai hingga di akhir pembelajaran. (bukan tidak tercapai, ya). Ketika di banyak tempat lain, dengan hasil seperti ini pasti menyatakan kami gagal, tetapi di sini, saya yakin, kami tetap boleh merasa berhasil. Sebab di balik kegagalan pencapaian smart goal banyak pencapaian dan pembelajaran penting yang didapatkan.

Di bawah ini, adalah video perjalanan Aksi saya bersama Tim Blog Kemal. Seperti inilah perjalanan kami. Yang tentu saja tidak semulus jalan tol dan tidak selancar performa kendaraaan baru. Tetapi, semoga tetap bermanfaat, memberi banyak pembelajaran dari setiap proses yang dijalani.

 

  1. Video Journey Tim Blog Kemal


False Selebration Ala Saya

Saya lupa, apa kriteria kelulusan pribadi yang saya buat di awal pembelajaran dulu. Meskipun sudah mencari di beberapa postingan dan folder penyimpanan arsip, gambaran keberhasilan personal ini tidak juga dapat ditemukan.

Tetapi, jIka tidak keliru mengingat, biasanya saya membuat target pencapaian disandingkan dengan target kegiatan. Maksudnya, karena target project optimasi blog ini adalah bisa masuk page one mesin pencarian. maka biasanya target yang saya buat adalah berhasil mencapai target project ini. Dan karena target project ini belum bisa terealisasi, maka artinya, target kelulusan pribadi saya juga belum tercapai.

Sedih? Tidak juga sih. Karena di Ibu Profesional dikenal istilah False Celebration. Yaitu merayakan kegagalan dengan belajar dari kegagalan tersebut. Sehingga akhirnya, dengan kegagalan itu, saya menjadi tahu apa saja kesalahan yang sudah dibuat, sehingga target project saya belum tercapai.

Jadi, beberapa hal yang saya pelajari dari kegagalan ini yaitu:

 

1. Proses Masuk Page One dari Mesin Pencari

 

Sekarang saya menjadi tahu, bahwa masuk ke page one sama sekali tidak sederhana. Jika selama ini Saya berpikir bahwa proses sebuah blog post masuk page one adalah: membuat blog post, kemudian di-publish, lalu dibaca banyak orang dan langsung masuk page one. Tetapi, ternyata prakteknya tidak selalu seperti itu.

Untuk proses sebuah postingan (dari aplikasi apa pun),  bisa masuk page one sebuah mesin pencari,  ternyata ada beberapa indikator yang harus dipenuhi. Selain indikator dari sisi postingan, blog tempat postingan itu di-publish juga harus memenuhi beberapa indikator tertentu.

Jadi, proses masuk page one ternyata tidak sesederhana anggapan saya selama ini.

 

2. Perangkat Tambahan Wajib yang Harus Dimiliki oleh Sebuah Blog

 

Kini, saya juga menjadi tahu, bahwa sebuah blog yang baik dan diperhitungkan oleh mesin pencari,  harus memiliki beberapa perangkat tambahan yang diinstal dalam settingan blog. Jika perangkat wajib ini tidak ada di blog Kita, maka akan sulit diakses oleh mesin pencari.

 

3. Jenis Postingan

 

Meskipun banyak postingan dengan kualitas “rendah” tetapi viral yang mudah sekali masuk page one, tentu saja saya tak ingin mengikuti jenis Postingan seperti ini. Sehingga menjadi wajib bagi saya untuk memperbaiki kualitas tulisan yang diposting di blog, agar tidak hanya masuk page one, tetapi juga baik, benar dan menjadi jalan kebermanfaatan.

 

4. Jam Terbang

 

Seperti yang sudah selalu diajarkan di Ibu Profesional, bahwa untuk menjadi ahli, butuh 10.000 jam untuk melakukannya. Begitu juga untuk menguasai blogging.  Butuh hitungan waktu serupa supaya Kita menjadi ahli dalam bidang ini. Sehingga melanjutkan pembelajaran tentang blogging, wajib hukumnya jika ingin diakui menjadi blogger yang piawai dan langganan masuk page one mesin pencari

 

Itulah beberapa hal yang saya pelajari dari kegagalan pencapaian target project kali ini. Dan akan menjadi agenda saya selanjutnya setelah lulus dari Kelas Bunda Salihah.

 

Hanya Akhir Kelas, Bukan Akhir Pembelajaran

 

Scale Up Impact memang materi terakhir di Kelas Bunda Salihah. Tetapi bukan merupakan akhir pembelajaran di Kampus Ibu Pembaharu. Karena tetap masih selalu ada kejutan yang disiapkan Ibu Septi untuk para Bunda Pembelajar yang tak kenal lelah dan selalu lapar ilmu.

Yup, sejatinya, pembelajaran memang sebuah proses yang tak memiliki akhir, selama yang menjalaninya belum sampai di akhir kehidupannya. Sehingga akhir sebuah tahap pembelajaran, sesungguhnya merupakan awal dari tahap berikutnya lagi. Begitu juga di sini.

Tetapi, berbeda dengan kelas-kelas sebelumnya, yang hanya butuh kelulusan dari kelas terdahulu, kali ini syaratnya jauh lebih berat. Karena memang lingkup pembelajarannya juga lebih berat dan lebih keras dibanding sebelum-sebelumnya. Sehingga hanya orang-orang yang terpilih yang akan sanggup menempuh dan menjalaninya dengan sepenuh kemampuan.

Saya sendiri — seperti sudah ditulis di bagian sebelumnya — dengan kegagalan mencapai smart goal sIap menyiapkan milestone dan target baru untuk terus mengembangkan diri dalam blogging.

Jadi, meskipun kelas Bunda Salihah sudah rampung, pembelajaran blogging, membuat blog post yang keren serta project optimasi blog saya, akan tetap berlanjut. Dan menjadi peran berikutnya yang bakal diambil dan dipenuhi jam terbangnya.

 

Dan begitulah hebatnya pembelajaran di Ibu Profesional. Apa pun hasilnya — sukses atau gagal — tetap bisa memberi dampak terbaik bagi pelakunya. Yang selalu siap mengosongkan gelas dan mengambil peluang belajar. Dan Alhamdulillah saya merasa masuk dalam kelompok ini. Yang tak henti mengembangkan diri dalam meningkatkan kapasitas demi mencapai misi hidup menjadi perempuan paripurna.

 

 

 

 

Tags: , , , , , , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply