FAMILY PROJECT HARI KELIMA

FAMILY PROJECT HARI KELIMA

Education is not preparation for life; 
education is life itself.  

~John Dewey~
Sumber http://bit.ly/2n9eoFL


Hari ini, karena kemaren sudah dibagikan Progress Report, sekolah Adha libur. Sementara Aku, malah ditugaskan mengikuti pertemuan di luar kota. Jadi saat sebelum berangkat, aku sudah mulai memberikan arahan kepada Adha, untuk mengisi hari liburnya sesuai kegiatan dalam. Family Project yang kami sepakati sebelumnya. Anakku itu menyanggupinya.


Ketika pulang, aku tanyakan padanya tentang Checklist Membaca 

“Mas, Checklist membacanya udah diisi?”

“Belum, Ma, nanti aja abis isya?” Jawab Adha santai. 

“Oooh, trus seharian ini Mamas ngapain aja?” Tanyaku menyabarkan diri, sambil mengingatkan suami yang sepertinya sudah ingin protes.

“Mamas lagi senang baca Qur’an yang pake pulpen, tuh Ma. Kan asik ngapalin lagi sambil dengerin dari pulpen.” Adha menjelaskan, membuat aku bersyukur mendengarnya.

“Trus, tadi pagi Mama lihat kamu udah mainin rubik lagi. Gimana, berapa cepat bisa nyusun lagi?” Aku bertanya mengaitkan dengan Family Project kami.

“Ya, lumayan. Paling 40 detik kalo diacaknya ga berantakan banget.” Jawabnya polos. Aku tertawa.
“Kok, bisa gitu? Emang gimana maksudnya ngacak yang ga berantakan?” Tanyaku memastikan.
“Ya, diacaknya ama Mamas sendiri. Jadi kan ga asal-asalan.” Lagi-lagi Adha menjawab polos. Aku kembali tertawa. 
“Jadi, apa yang Mas dapat dari bermain rubik?” Aku terus bertanya menggali pengalamannya.
“Ya, harus pelan-pelan nyusunnya. Trus, jangan terlalu berantakan ngacaknya. Kalo berantakan, lama nyusunnya lagi.”
“Iya, jangan terburu-buru nyusunnya. Kalo buru-buru malah jadi lama. Karena Mas jadi gak inget langkah sebelumnya. Begitu juga kalo ngerjain soal, jangan terburu-buru. Karena kalo buru-buru, nanti malah belum paham soalnya, tapi udah langsung diisi, ya pasti isinya juga salah.” Aku menganalogikan pengalamannya bermain rubik dengan kebiasaannya yang suka tergesa-gesa mengerjakan soal. Sehingga meskipun soalnya sebenarnya mudah, jadi banyak salah karena tidak teliti. Adha hanya tersenyum mendengar nasehatku.

Hari ini, meski tidak lengkap semua dikerjakan, ada beberapa poin dari aktivitas proyek keluarga yang mulai memberikan gambaran. Dia sudah mulai belajar sambil bermain dengan mengulang hafalannya menggunakan pen murottal. Dan itu memang jelas lebih menyenangkan ketimbang dia hanya menghafal sendiri. Terbukti, dia asik melakukannya sampai menghabiskan waktu beberapa jam lamanya. Hafalan ini aku masukkan dalam poin sukses UN, karena di sekolah Adha, untuk bisa lulus harus hafal juz 30. Dan syukurlah dia sudah mulai mempersiapkannya.

Selain itu, baru saja aku lihat Checklist Pembiasaan membacanya sudah mulai diisi. Memang hanya beberapa halaman saja. Tapi yang paling penting, dia sudah mulai belajar menarik kesimpulan dari apa yang dibaca. Dan ini tetap harus diapresiasi.

Kemudian dia juga makin tertib waktu dalam sholat. Terbukti dengan makin seringnya anak tetangga nginep di rumah dengan alasan supaya ikut-ikutan rajin sholat. Hehehe​, meski ini membuat tanda tanya terhadap sistem pendidikan anak tetanggaku, tetap saja aku bersyukur, karena hal ini berarti anakku bisa memberi warna kebaikan terhadap teman-temannya. Alhamdulillah…


Poin lainnya yang aku apresiasi hari ini, Adha juga semakin berani untuk jujur menjelaskan kegiatannya meski tanpa pengawasanku. Aku juga semakin bisa bersabar menerima penjelasan anakku, walau mungkin tidak sesuai dengan harapan. Memang, boleh saja kita punya harapan tertentu terhadap anak. Namun, tetap saja harus disesuaikan​ dengan kemampuan anak kita sendiri. Dan bersyukurnya, aku makin terbiasa dengan aturan ini. 

Hmmm… Lagi-lagi aku harus memberi apresiasi setinggi-tingginya untuk IIP dan semua rangkaian pembelajarannya. Yang membuat aku makin memahami anakku dan kian menikmati semua proses kebersamaan kami. Barakallahu IIP…



#TantanganHariKe5
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP


Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

2 Responses

  1. Zaenudin SKMMarch 28, 2017 at 1:16 pm

    Semoga Mas Adha semakin terarah cara belajarnya, luar biasa mama nya berkat ilmu dari IIP…

  2. SriMarch 30, 2017 at 7:55 am

    Makaaih, aayang

Leave a Reply