Day 10 Game Level #11 : Masih Terus Belajar Meng-upgrade Diri Membersamai Perkembangan Fitrah Seksualitas Buah Hati

Day 10 Game Level #11 : Masih Terus Belajar Meng-upgrade Diri Membersamai Perkembangan Fitrah Seksualitas Buah Hati

Kehidupan adalah :

Perjalanan panjang pembelajaran

~ Anonim ~

Hari ini lagi-lagi tidak ada diskusi karena GFOS (Gadget Free On Sunday). Tapi, hari libur ini saya jalani dengan penuh kebahagiaan. Karena seharian penuh, mendampingi dan belajar bersama anak semata wayang saya, tentang pembuatan aplikasi digital. Bahkan, gangguan kecil keterlambatan teman yang menjemput, sedikit pun tidak bisa mengurangi kebahagiaan saya hari ini.

Ya, meskipun perbincangan kami hanya tentang materi workshop, minimal saya jadi lebih tahu respon Adha dalam mengikuti pelajaran baru. Juga tanggapannya mengenai dunia digital. Serta issue pendapatan dari sistem ini.

Selain itu, workshop sehari ini benar-benar terasa seperti hiburan. Karena, meskipun judulnya belajar, nyatanya kami belajar sambil bermain. Adha terus menggoda ketika saya salah pencet atau keliru memilih perintah. Saya sendiri baru sadar dan menyaksikan dengan gembira, bahwa daya penerimaan Adha terhadap teknologi termasuk excellent. Karena apa pun yang disampaikan mas instruktur, mampu dia ikuti. Terbukti di akhir acara, dia mampu menyelesaikan pembuatan satu buah aplikasi yang  berfungsi memudahkan orang untuk memahami sholat.

Yang masih menjadi kendala, mungkin hanya soal gambar. Karena gambar yang kami dapat, bisa jadi ditolak karena melanggar hak cipta. Tapi saya bilang, ini bisa diselesaikan dengan banyak cara mudah. Diantaranya dengan mencari gambar yang free, dengan membayar biaya pemanfaatan hak cipta, atau memasukan gambar asli dari foto Adha melaksanakan aktivitas yang dimaksud aplikasi. Dan ternyata, itu menimbulkan kekhawatiran yang lain buat buah hati saya. Karena, sepertinya dia benar-benar tidak terlalu suka difoto.

Gambar : Pixabay.com

 

Lalu apa hubungannya dengan membangkitkan fitrah seksualitas anak? Tentu saja, ada. Dengan berkenannya Adha ikut workshop ini, berarti bounding kami bertambah kuat. Karena, untuk remaja seumuran dia, ikut kegiatan bersama orang tua, sering dianggap “tidak keren”. Jadi dengan tetap ikut, meskipun awalnya “ngedumel” (biasanya akibat Adha belum punya bayangan, akan seperti apa kegiatan yang dia ikuti) berarti dia tetap nyaman melakukan kegiatan bersama saya. Apalagi peserta workshop yang lain pun ternyata juga orang-orang dewasa.

Sehingga bila dibahas lebih lanjut, dengan ikut workshop ini sebagai alternatif keterampilan untuk menghasilkan uang, Adha sedang berupaya menyiapkan dirinya menjadi pencari nafkah utama. Sekaligus memulai transisi dari hanya sebagai pengguna aplikasi, menjadi pembuat aplikasi. Dan itu, bukan sekedar langkah kecil, melainkan lompatan besar.

Semoga, dengan semua hal tadi, saya bisa berharap fitrah seksualitasnya berkembang normal tanpa penyimpangan. Walaupun tetap menjadi tugas kami, untuk, terus mendampinginya lebih menyiapkan diri menjadi pemimpin keluarga selanjutnya.

 

Sumber Referensi :
1. Kelas Workshop Digital App
2. Pengalaman keluarga sehari-hari
3. Beberapa browsingan bebas
4. Materi kelas bunsay kordi

#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#LearningByTeaching

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply